SEJARAH DITETAPKANNYA HARI JADI DESA SELERONG, KEC. SEBULU

DESASELERONG.COM – Setiap daerah memiliki jejak sejarah yang menjadi penanda perjalanan panjangnya. Bagi masyarakat Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, penetapan hari jadi desa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum bersejarah untuk mengenang asal-usul, menghormati jasa para pendahulu, serta meneguhkan jati diri desa di tengah perkembangan zaman.

Tonggak penting tersebut ditetapkan pada tahun 2015, ketika Pemerintah Desa Selerong di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Badrun mengesahkan Peraturan Desa yang menetapkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Jadi Desa Selerong, Kecamatan Sebulu. Penetapan ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui proses musyawarah bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur-unsur lembaga pemerintahan desa lainnya.

Musyawarah tersebut mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Desa Selerong dalam menjaga sejarahnya. Berbagai pertimbangan disampaikan secara terbuka, mulai dari penelusuran sejarah lisan, dokumen lama, hingga kesepakatan kolektif yang menghormati nilai adat dan budaya setempat.

Berdasarkan penelusuran sejarah, Desa Selerong ditetapkan berdiri pada tahun 1918. Perhitungan ini menjadi dasar resmi dalam menentukan usia desa. Dengan demikian, saat Hari Jadi Desa Selerong ditetapkan pada tahun 2015, usia desa selerong telah genap mencapai 97 tahun—sebuah rentang waktu panjang yang sarat dengan dinamika perjalanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Sejak awal berdirinya, Desa Selerong telah melewati berbagai fase pemerintahan yang membentuk karakter dan identitasnya. Tercatat sebanyak 18 kali pergantian kepemimpinan telah terjadi, dimulai dari masa ketika wilayah ini masih berstatus petinggi kampung hingga menjadi desa definitif dengan sistem pemerintahan modern. Setiap pemimpin memberikan kontribusi penting dalam pembangunan desa, baik dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pembinaan sosial kemasyarakatan, maupun pelestarian adat istiadat.

Perjalanan panjang tersebut menjadi alasan utama ditetapkannya hari jadi desa—sebagai bentuk penghormatan atas sejarah dan dedikasi para pemimpin serta masyarakat yang telah membangun fondasi Desa Selerong dari masa ke masa. Pemerintah desa menyadari bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari perjuangan generasi terdahulu.

Lebih dari itu, penetapan Hari Jadi Desa Selerong juga menjadi langkah strategis dalam melestarikan sejarah serta adat budaya lokal. Pemerintah Desa Selerong secara resmi telah mendaftarkan peringatan hari jadi desa selerong tanggal 15 Oktober kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Upaya ini mendapat pengakuan dengan masuknya peringatan tersebut dalam Kalender Event Tahunan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan tajuk “Festival Desa Selerong.”

Festival Desa Selerong kemudian berkembang menjadi perayaan budaya tahunan yang dinantikan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan warga sekaligus menjaga warisan budaya leluhur. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para sesepuh desa.

Adapun rangkaian kegiatan Festival Desa Selerong meliputi:

  1. Hiburan Rakyat, sebagai ajang kebersamaan dan kegembiraan warga
  2. Belian Tepung Tawar Menjamu Kampung, ritual adat penuh makna sebagai simbol doa keselamatan
  3. Batuhing, tradisi budaya yang mencerminkan nilai spiritual dan kebersamaan
  4. Pertandingan Olahraga Modern, menumbuhkan sportivitas dan semangat generasi muda
  5. Pentas Seni dan Budaya, panggung pelestarian seni tradisional dan kreativitas lokal
  6. Lomba-Lomba Olahraga Tradisional, menjaga eksistensi permainan warisan leluhur
  7. Beserawenan, tradisi kebersamaan dalam budaya masyarakat
  8. Sholat Haul untuk Tokoh-Tokoh Desa, mengenang serta mendoakan para pendahulu
  9. Ziarah Kubur, bentuk penghormatan kepada leluhur dan tokoh masyarakat
  10. Penutupan, sebagai puncak rangkaian peringatan

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Hari Jadi Desa Selerong tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia wilayah administratif, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan kolektif masyarakat atas sejarah panjang yang telah dilalui.

Kini, setiap tanggal 15 Oktober menjadi momen refleksi perjalanan desa—menguatkan persatuan, meneguhkan identitas budaya, serta membangkitkan semangat generasi penerus untuk terus membangun Desa Selerong menuju masa depan yang lebih maju tanpa melupakan akar sejarahnya.

#desaselerong #kecamatansebulu #kabupatenkutaikartanegara #selerongmultimedia