DESASELERONG.COM – Para petani di Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, kembali menghadapi ancaman serius akibat pasangnya air Sungai Mahakam. Lahan pertanian yang berada di sekitar 100 meter dari bantaran Sungai Mahakam kembali terendam air, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan produksi pangan di wilayah Desa Selerong.

Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, fenomena pasang air sungai mahakam tercatat sudah terjadi hingga dua kali, dengan periode terakhir berlangsung dari Desember 2025 hingga Februari 2026. Tingginya debit air menyebabkan lahan pertanian yang berada di dataran rendah tidak mampu menahan genangan, bahkan kedalaman air melebihi 30 sentimeter di sejumlah titik.

Akibatnya, rencana tanam padi yang telah dipersiapkan petani harus kembali tertunda. Tidak sedikit lahan yang sebelumnya telah diolah dan siap ditanami, akhirnya dibiarkan saja karena kondisi yang tidak memungkinkan. Situasi ini tentu berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan pendapatan petani setempat.

“Biasanya dalam satu tahun kami bisa menanam padi dua kali. Tapi sekarang tidak menentu, tergantung air sungai. Kalau air naik seperti ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar salah satu petani Desa Selerong.

Kondisi tersebut diperparah dengan kegagalan penyemaian bibit padi yang telah dilakukan petani. Dalam beberapa bulan terakhir, petani Desa Selerong tercatat telah dua kali melakukan penyemaian, namun keduanya berakhir gagal akibat terendam air pasang. Hal ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga biaya yang telah dikeluarkan untuk pembelian benih dan persiapan lahan.

Para petani pun mengaku semakin resah dengan ketidakpastian musim tanam. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam bentuk bantuan pertanian seperti bibit padi ataupun pupuk, guna meringankan beban yang mereka alami akibat kondisi alam yang tidak menentu.

Selain itu, petani juga berharap adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir pasang ini, seperti pengembangan infrastruktur pengendalian air atau sistem irigasi yang lebih baik di kawasan pertanian yang berada di dataran rendah.

Situasi yang dialami petani di Desa Selerong menjadi gambaran nyata, tantangan yang dihadapi sektor pertanian di wilayah yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Mahakam. Tanpa adanya intervensi yang tepat, dikhawatirkan kondisi ini akan terus berulang dan berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis agar para petani tetap dapat beraktivitas meskipun menghadapi persoalan pasang surutnya air Sungai Mahakam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan berbasis hidroponik, sebagai alternatif yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan yang tergenang, sehingga tetap mampu memberikan sumber pemasukan bagi para petani, meskipun dalam situasi pasangnya air sungai mahakam.

#desaselerong #kecamatansebulu #kabupatenkutaikartanegara #selerongmultimedia