Alamat
Jl. Hadil Usuf Rt. 004 Desa Selerong, Sebulu, Kutai Kartanegara 75552

DESASELERONG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang belakangan menunjukkan tren peningkatan di sejumlah wilayah. Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Pertemuan Koordinasi Kewaspadaan Campak secara daring pada Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA dan diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Peserta yang hadir antara lain perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama, Dinas Komunikasi dan Informatika, BKKBN, DP2KB, DPMPD, Tim Penggerak PKK, serta seluruh kader Posyandu.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit campak. Dalam edaran tersebut disebutkan adanya peningkatan kasus campak, bahkan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi ini mendorong perlunya langkah cepat dan terkoordinasi guna memperkuat upaya pencegahan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes, menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi penyebaran campak. Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan edukasi kepada masyarakat, khususnya melalui peran strategis kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
“Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi terkait kewaspadaan campak kepada masyarakat. Peran kader Posyandu sangat penting dalam memberikan edukasi, terutama kepada ibu dan anak sebagai kelompok yang paling rentan,” ujar Jaya Mualimin.
Dalam forum tersebut, berbagai materi disampaikan terkait situasi terkini penyebaran campak, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya imunisasi sebagai upaya utama dalam menekan angka kasus. Selain itu, peserta juga diajak untuk memperkuat sistem pelaporan dan deteksi dini guna mengantisipasi potensi terjadinya KLB di wilayah masing-masing.
Tidak hanya itu, peran komunikasi publik juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan ini. Dinas Komunikasi dan Informatika bersama seluruh perangkat daerah diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat, guna menangkal hoaks serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi.
Keterlibatan berbagai instansi dan organisasi masyarakat menunjukkan bahwa penanganan campak tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen. Dengan adanya koordinasi yang intensif, diharapkan upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk, dan mata merah. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit campak. Upaya preventif yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan diyakini menjadi kunci utama dalam menekan angka penyebaran serta mencegah terjadinya kejadian luar biasa di wilayah Kalimantan Timur.
#desaselerong #kecamatansebulu #kabupatenkutaikartanegara #selerongmultimedia




