DESASELERONG.COM – Awang Long atau Pangeran Ario Senopati Awang Long adalah salah satu tokoh pejuang paling terkenal dalam sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Ia dikenal sebagai panglima perang yang memimpin perlawanan terhadap Inggris dan Belanda pada tahun 1844 di wilayah Kutai. (Pustaka BPK XII)
Siapa Awang Long ?
Awang Long adalah Panglima Sepangan Raja (panglima pasukan elite Kesultanan Kutai) sekaligus Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Salehuddin. Ia dipercaya memimpin pertahanan kerajaan ketika wilayah Kutai menghadapi ancaman kekuatan kolonial. (Mahakama)
Perjuangan Melawan Inggris
Pada tahun 1844, ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh James Erskine Murray datang ke Kutai dan terjadi konflik dengan Kesultanan Kutai. Awang Long memimpin pasukan Kutai dalam pertempuran di Sungai Mahakam. Meskipun persenjataan pasukan Kutai jauh lebih sederhana, mereka berhasil memberikan perlawanan sengit kepada pasukan Inggris. (Mahakama)
Melawan Belanda
Setelah konflik dengan Inggris, Belanda datang dengan kekuatan militer yang lebih besar. Awang Long membangun benteng pertahanan, memasang penghalang di Sungai Mahakam, dan mengevakuasi Sultan serta rakyat ke tempat yang lebih aman untuk mengurangi korban jiwa. Strategi pertahanannya tercatat dalam berbagai kajian sejarah Kutai.
Gugurnya Awang Long
Dalam serangan Belanda ke Tenggarong pada April 1844, Awang Long terluka saat benteng pertahanan dihantam meriam. Beberapa sumber menyebut ia terkena reruntuhan benteng dan kemudian wafat akibat luka-lukanya. Sebelum gugur, ia berhasil membantu menyelamatkan Sultan Kutai dari serangan musuh. (Nusantara 62)
Warisan dan Penghormatan
Nama Awang Long hingga kini sangat dihormati di Kalimantan Timur. Namanya diabadikan menjadi:
Yonif 611/Awang Long, Jalan-jalan utama di wilayah Kalimantan Timur, dan berbagai karya sejarah dan sastra yang mengangkat perjuangannya. (Setda Prov. Kaltim)
Fakta Menarik
1. Beberapa penelitian sejarah menyimpulkan bahwa Awang Long adalah tokoh nyata, bukan legenda rakyat. (pustakaborneo.id)
2. Ada perbedaan pendapat mengenai tahun kelahirannya; beberapa sumber menyebut 1771, sementara sumber lain menyebut 1804. (Bontang Post)
3. Banyak kalangan di Kalimantan Timur yang menilai jasanya layak mendapat pengakuan lebih luas sebagai pahlawan daerah. (pustakaborneo.id)
Bagi masyarakat Kutai dan Kalimantan Timur, Awang Long dikenang sebagai simbol keberanian, kesetiaan kepada kerajaan, dan semangat perlawanan terhadap penjajahan.
Tempat dan Tanggal Kelahiran Awang Long
Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang tersedia, tempat kelahiran Awang Long belum dapat dipastikan secara pasti karena terdapat beberapa versi yang berbeda.
Yang paling banyak dirujuk menyebut bahwa Awang Long lahir pada 28 September 1804, namun tidak secara tegas menyebutkan lokasi kelahirannya. (STIH Awang Long)
Ada beberapa versi yang berkembang:
Versi Kesultanan Kutai
Awang Long merupakan bangsawan dan panglima Kesultanan Kutai, putra Ni Raden Pati Wangsa. Banyak sejarawan mengaitkan kehidupannya dengan wilayah Kutai Kartanegara. (Bontang Post)
Versi Kota Bangun
Sebuah catatan sejarah lokal menyebut sebelum bergelar Awang Long ia bernama Ni Ranca Suji dari Selerong. Sumber lain dalam catatan yang sama menyebut ia berasal dari keturunan Bugis yang berhubungan dengan Kerajaan Wajo di Sulawesi Selatan. (Kaltim Kece)
Karena adanya perbedaan sumber, hingga saat ini para peneliti sejarah Kalimantan Timur belum mencapai kesepakatan mengenai tempat lahir Awang Long. Namun, nama Selerong menarik karena muncul dalam salah satu catatan sejarah mengenai asal-usul Awang Long sebelum memperoleh gelar kebangsawanan. (Kaltim Kece)
#desaselerong #kecamatansebulu #kabupatenkutaikartanegara #selerongmultimedia
Penulis : Al Adhim M.





