DESASELERONG.COM – Gunung Nage Beulur merupakan salah satu lokasi yang cukup dikenal oleh masyarakat di Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Gunung ini tidak hanya memiliki keindahan alam yang masih asri, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan cerita rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Cerita Rakyat

Di Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, terdapat sebuah gunung yang dikenal dengan nama Gunung Nage Beulur. Gunung ini menyimpan kisah legenda yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Konon, pada masa lampau, gunung tersebut dipercaya sebagai tempat turunnya seekor naga, yang kemudian menjadi asal-usul penamaannya.

Cerita mengenai naga ini telah lama hidup dalam ingatan kolektif masyarakat dan kerap disampaikan oleh para orang tua kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari tradisi lisan. Legenda ini bukan sekadar kisah, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya serta kepercayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Desa Selerong.

Hingga saat ini, masih banyak warga yang meyakini kebenaran cerita tersebut. Kepercayaan ini pun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas lokal, sekaligus memperkaya khazanah budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh Desa Selerong.

Fakta Sejarahnya

Menurut penuturan masyarakat terdahulu, pada masa lampau di puncak gunung tersebut pernah tumbuh sebuah pohon yang sangat besar dan telah berusia sangat tua. Pohon tersebut berdiri kokoh selama ratusan tahun dan menjadi salah satu penanda alam yang mencolok di puncak gunung tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan faktor usia, pohon besar tersebut akhirnya mati dan hanya menyisakan batang serta ranting-ranting yang mulai rapuh.

Pada suatu ketika terjadi hujan badai yang sangat lebat disertai angin kencang, guruh, dan petir yang mengguncang kawasan tersebut. Dalam peristiwa alam tersebut, pohon besar yang sudah mati itu akhirnya tumbang. Dan karena posisinya berada di puncak gunung dengan kemiringan yang curam, batang pohon tersebut jatuh dan meluncur ke bawah lereng hingga menuju ke arah Sungai Mahakam.

Dari proses jatuhnya batang pohon yang sangat besar tersebut, meninggalkan bekas-bekas di tanah sepanjang lereng gunung. Bekas yang terbentuk terlihat memanjang dan berkelok-kelok, bahkan di beberapa bagian terdapat goresan-goresan yang menyerupai bekas cakaran. Goresan tersebut sebenarnya terjadi akibat ranting-ranting pohon yang terseret dan menggores tanah serta bebatuan, disaat batang pohon itu meluncur turun.

Batang pohon yang tumbang tersebut tidak pernah ditemukan oleh masyarakat. Diduga kuat setelah pohon tersebut tumbang, batangpun hanyut terbawa arus Sungai Mahakam yang dikenal memiliki aliran yang cukup kuat, sehingga dari hal tersebut semakin memperkuat kisah yang berkembang di tengah masyarakat ini.

Bagi masyarakat yang melihat bekas-bekas tersebut pada masa itu, bentuknya sangat menyerupai jejak seekor naga raksasa yang sedang turun dari puncak gunung menuju Sungai Mahakam. Dari situlah kemudian muncul cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat, bahwa ada sosok seekor naga yang turun dari puncak gunung tersebut menuju sungai mahakam.

Seiring berjalanya waktu, cerita mengenai jejak naga ini terus diceritakan dari generasi ke generasi hingga akhirnya menjadi bagian dari legenda lokal yang melekat dengan nama “Gunung Nage Beulur“. Kisah ini tidak hanya menjadi cerita rakyat semata, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan sejarah lisan masyarakat Desa Selerong.

Saat ini, Gunung Nage Beulur tetap menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikenang dan diceritakan, karena selain memiliki nilai sejarah dan legenda yang unik, kisah tersebut juga menggambarkan bagaimana masyarakat dahulu menafsirkan fenomena alam yang terjadi di sekitar mereka.

Dengan demikian, legenda Gunung Nage Beulur menjadi bukti bahwa peristiwa alam sederhana pun dapat berkembang menjadi cerita rakyat yang kaya akan makna serta menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Selerong hingga masa mendatang.

#desaselerong #kecamatansebulu #kabupatenkutaikartanegara #selerongmultimedia